Syllabus Marketing Management

Silabus MM-UGM Marketing Executive 25

February 2, 2010 at 8:48 pm Leave a comment

FRONT-LINERS AS THE COMPETITIVE WEAPON

FRONT-LINERS AS THE COMPETITIVE WEAPON IN A SERVICE COMPANY: CUSTOMER SERVICE PEOPLE AS THE REPRESENTATIVES

Iin Mayasari

Paramadina University

Frontliners (karyawan bagian depan)  dianggap sebagai penentu persepsi pelanggan terhadap kualitas jasa. Konsekuensinya, persepsi pelanggan terhadap kualitas jasa sering didasarkan pada cara bagaimana jasa disampaikan oleh frontliners. Frontliners dianggap bisa menunjukkan kinerja terbaiknya bila ada iklim yang mendukungnya. Iklim untuk frontliners ini menjadi fondasi dasar. Apabila organisasi memiliki iklim yang baik di pikiran frontliners maka organisasi tersebut bisa memiliki banyak keuntungan antara lain a) frontliners dapat digunakan sebagai fasilitator untuk menghadapi kondisi kerja yang kompetitif di lapangan/organisasi jasa, b) frontliners dapat sebagai medium untuk meningkatkan profitabilitas organisasi jasa dalam jangka panjang. Dalam klasifikasi front-liners, artikel ini akan memfokuskan pada customer service yang sering berhubungan dengan pelanggan. Posisi mereka lebih personal daripada frontliners lainnya. Tujuan artikel ini adalah 1) Untuk menekankan pentingnya customer service sebagai frontliners yang bisa menjadi senjata bagi organisasi untuk bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Diskusi ini didasarkan pada servuction model. 2) Untuk menunjukkan faktor-faktor yang bisa mendukung terwujudnya iklim yang baik guna menciptakan kinerja terbaik dari customer service. Faktor-faktor ini meliputi manajemen sumber daya manusia, empowerment dan beberapa treatment lainnya juga dibahas untuk mendukung tujuan artikel ini.

Artikel selengkapnya di bawah ini:

FRONTLINES AS A COMPETITIVE WEAPON


February 2, 2010 at 8:42 pm Leave a comment

THE PUNCTUATED EQUILIBRIUM PARADIGM

THE PUNCTUATED EQUILIBRIUM PARADIGM

AS THE WAY OF THINKING TO ACHIEVE HIGH PERFORMING ORGANIZATION

Iin Mayasari

Paramadina University

One of the paradigms used as a theoretical framework for explaining fundamental changes is the punctuated equilibrium paradigm. This paradigm argues that organization is under relatively long periods of equilibrium and in the midpoint the organization is interrupted by a revolutionary and fundamental change. The objective of this article is to set out a framework for understanding how organization to achieve high performance from the paradigm of punctuated equilibrium theory. The fundamental reasons to apply this paradigm are also discussed.
Artikel selengkapnya di bawah ini :

THE PUNCTUATE EQUILIBRIUM PARADIGM

February 2, 2010 at 8:32 pm Leave a comment

GBPP Seminar Manajemen SDM

GBPP SEMINAR MANAJEMEN SDM

January 31, 2010 at 5:57 pm Leave a comment

ETHICAL WORK CLIMATE

THE CREATING OF ETHICAL WORK CLIMATE &

THE ROLE FOR INFLUENCING WORK ATTITUDE

There is an increasing recognition that ethical work climate on part of organization is indispensable for good business. Organizations that strive for excellent in their business practices also tend to manifest a strong ethical culture. In order to ensure long-term viability, organizations must respond to both their economic and non-economic environments. This requires keeping high expectations for socially responsible and ethical behaviors. The ethical work climate is important indeed because workers need the ethical code and support to guide how to perform well in organization where they work. The ethical attitude must be institutionalized in organization.

Artikel selengkapnya di bawah ini :

THE INSTITUTIONALIZATION OF CORPORATE ETHICAL CODE

January 31, 2010 at 5:45 pm Leave a comment

SOCIAL CAPITAL

HIGHLIGHTING SOCIAL CAPITAL AS THE IMPORTANCE OF INVESTIGATING NETWORK PHENOMENA: CASE STUDY OF PARAMADINA INTERNAL NETWORKING

Iin Mayasari

Program Management of Paramadina University

Abstrak

Artikel ini bertujuan untuk memahami aspek terbentuknya modal sosial di Paramadina. Modal sosial merupakan aspek penerapan konsep jejaring kerja yang bisa dijadikan landasan untuk meningkatkan kinerja dengan cara melakukan sinergi dengan orang lain atau antar bagian. Artikel ini menjelaskan aplikasi praktis modal sosial di Paramadina sebagai institusi pendidikan yang syarat dengan sumber daya manusia berkualitas. Koleksi data dilakukan dengan menyebarkan survey kepada sejumlah anggota Paramadina baik dosen, karyawan, bahan office boy. Jawaban bersifat kualitatif, dan dianalisis melalui pendekatan teoretis dengan menggunakan teori modal sosial. Aspek menghormati kemampuan orang lain, solidaritas, kepercayaan, komunikasi dan kedekatan fisik merupakan aspek pembentuk modal sosial di Paramadina.

Kata Kunci: Modal sosial, Jejaring Kerja

Artikel selengkapnya di bawah ini :

SOCIAL CAPITAL

January 31, 2010 at 5:28 pm Leave a comment

MANAGING CAREER

MANAGING CAREER PLATEAU PROFESSIONALLY

IN ORGANIZATION SETTING

Iin Mayasari

Universitas Paramadina Jakarta

iin.mayasari@paramadina.ac.id

This study focuses on exploring the factors and the consequence of career plateau based on individual and organizational variables. The individual factors involve individual skill, intrinsic motivation, perception of individual, familiar factor, and locus of control. The organizational factors involve the absence of work content dimension, organizational career orientation, innovative climate, and business strategy. The consequences concerning both the individual and organizational variabels include depresive state, refusal of involvement in work, commitment to work, job satisfaction; meanwhile from the organization side involves performance.

Key Words: career plateau, individual factors, organizational factors

Artikel selengkapnya di bawah ini :

MANAGING CAREER PLATEAU IN ORGANIZATION SETTING

January 31, 2010 at 4:39 pm Leave a comment

Older Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds